Cetak Kaos Pakai Printer DTG Pabrikan Lokal Punya Banyak Kekurangan

By | Jan 19, 2019

Berencana cetak kaos pakai Printer DTG lokal? Lebih baik pertimbangkan dahulu. Printer DTG atau Direct To Garment merupakan bagian dari evolusi teknologi dalam industri percetakan tekstil khususnya untuk kaos. Pengoperasian yang mudah dan hasil cetakan yang lebih awet menjadi salah satu karakteristik yang populer dari alat ini.
Selera milenial yang ditenggarai banyak mengekspresikan dirinya dan duniannya melalui baju yang dipakai, sehingga Printer DTG dianggap dapat memenuhi perkembangan permintaan pasar pada saat ini. Sayangnya ada banyak printer DTG rakitan lokal yang tidak sama dengan rakitan luar.

Sisi Positif Cetak Kaos Pakai Printer DTG Lokal

1. Mudah untuk menghasilkan cetakan terutama di kain putih atau warna terang. Kain putih atau kain dengan warna terang merupakan media yang paling mudah untuk dicetak. Selain mudah didapatkan, kain putih sebagai warna netral juga tidak akan menabrak warna yang dihasilkan oleh printer DTG tersebut.

2. Bisa mencetak dengan satuan lembar. Biasanya industri kaos yang menggunakan teknologi sablon hanya menerima pesanan dalam partai besar. Sehingga usaha ini biasanya hanya menerima pesanan dari institusi saja seperti sekolah, kepanitiaan acara, hingga partai politik. Hal ini karena teknologi sablon menggunakan palet yang hanya dapat memuat satu warna per alat.
3. Bisa Dikerjakan satu orang saja. Pengoperasiannya yang mudah seperti mengoperasikan mesin fotokopi ataupun printer kertas. Cukup dengan menekan satu tombol dan sisanya mesin printer yang bekerja.

4. Bisa Mencetak Banyak Warna. Kekayaan warna merupakan keunggulan utama dari printer DTG ini, dengan algoritma mesin printer DTG yang mampu mengenali semua spektrum warna dalam format RGB (Red Green Blue) dan CMYK (Cyan Magenta Yellow Key) hingga lebih dari 2 juta warna

5. Margin besar terutama jika kesalahan dalam percetakan minim. Hanya memerlukan tinta dan kain yang akan dicetak, printer DTG sangat efisien dari segi biaya untuk usaha percetakan mikro ataupun kecil menengah

Sisi Negatif printer DTG
Meski memiliki kelebihan yang sangat berfaedah bagi dunia usaha percetakan. Mesin printer DTG bukannya 100% bebas dari masalah, berikut merupakan kelemahan dan gangguan yang mungkin terjadi ketika menggunakan printer DTG

1. Tinta Mudah Mengendap. Meski memiliki kelebihan yang sangat berfaedah bagi dunia usaha percetakan. Mesin printer DTG bukannya 100% bebas dari masalah, berikut merupakan kelemahan dan gangguan yang mungkin terjadi ketika menggunakan printer DTG
printer DTG sangat mengandalkan penyimpanan tinta yang terletak pada katrid atau dudukan tinta di dalam mesin. Pada beberapa kasus tinta dalam mesin printer terutama untuk yang berwarna putih mudah sekali mengendap apabila printer DTG hanya digunakan sebanyak 2 hingga 3 kali sementara katrid tinta mudah sekali rusak apabila tidak dilepas dengan prosedur yang benar

2. Komponen Printer yang Sensitif. Printer DTG dapat mengalami kendala pada proses pencetakan apabila salah satu atau banyak komponen yang mengalami masalah mulai dari tray printer yang tidak dalam posisi sebenarnya, katrid yang menempel pada kaos, keluaran tinta yang tersendat, hingga panas berlebih dalam printer yang dapat membuat printer macet.

3. Harus Rajin Dibersihkan. Karena tinta printer yang mudah mengendap maka sangat disarankan untuk melakukan cleaning atau pembersihan tinta. Biasanya proses cleaning printer dapat dilakukan hanya dari control panel dari komputer namun untuk pembersihan secara manual biasanya menggunakan alkohol. Untuk printer yang hanya bisa dibersihkan secara manual, biaya pembersihan yang dikeluarkan bisa cukup besar. Dengan asumsi printer harus dibersihkan secara manual sebanyak 3-4 kali setiap hari maka pemilik printer berpotensi dapat mengeluarkan biaya hingga 828.000 rupiah hanya untuk menyediakan alkohol pembersih setiap bulannya. Selain itu terkait dengan pembersihan katrid tinta ini, printer sewaktu-waktu juga dapat melakukan cleaning dengan sendirinya terutama pada saat saat kritis pencetakan.

4. Rentan terhadap Suhu Lingkungan. Seperti yang sudah tertera di atas, suhu panas dapat mengakibatkan printer mengalami buntu. Printer DTG diketahui akan tidak bekerja secara optimal di suhu ruangan sekitar 28-32 oC sehingga pengusaha atau calon pengusaha wajib menambah modal untuk memasang pendingin ruangan

5. Rawan Konslet. Selain perawatan katrid yang mudah mengendap terutama akibat tinta putih. Printer DTG juga diketahui rawan konslet. Komponen dalam printer DTG seperti sirkuit dan dinamo printer rentan sekali apabila difungsikan dengan tegangan listrik yang tidak semestinya

6. Harga Jual Kembali yang Tidak Terlalu Bagus. Dengan fungsi komponen listrik dari printer yang rentan macet dan perlu diganti, sulit untuk menjual kembali printer dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga awal.

Meski banyak kelebihan, nyatanya lebih banyak kekurangan bila anda cetak kaos menggunakan printer DTG lokal. Yang pasti, pastikan anda membeli printer dengan garansi yang terjamin dan pelayanan purnajual yang mumpuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.