Berita Dunia Hari Ini Tuduh Rusia Melanggar Perjanjian

By | Nov 16, 2018

Berita dunia hari ini dari matamatapolitik.com. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menarik Amerika Serikat dari Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah karena Rusia telah melanggar perjanjian itu, tetapi dia tidak memberikan rincian tentang pelanggaran tersebut. Pernyataan tersebut dikeluarkannya tanggal 20 Oktober lalu di Nevada, seperti yang dikutip dari Daily News.

Pakta 1987, yang membantu melindungi keamanan AS dan para sekutunya di Eropa dan Timur Jauh, melarang Amerika Serikat dan Rusia untuk memiliki, memproduksi atau menguji coba rudal jelajah darat dengan kisaran 300 hingga 3.400 mil. “Rusia telah melanggar perjanjian. Mereka telah melanggarnya selama bertahun-tahun,” kata Trump setelah rapat umum di Elko, Nevada. “Dan kami tidak akan membiarkan mereka melanggar perjanjian nuklir dan melakukan uji coba senjata, sementara kami tidak diizinkan.”

Perjanjian tersebut telah membatasi AS dari kesempatan untuk mengembangkan senjata nuklir baru. Tetapi Amerika akan mulai mengembangkannya kecuali Rusia dan China juga setuju untuk tidak memiliki atau mengembangkan senjata nuklir, kata Trump. China saat ini tidak berpartisipasi. “Kami harus mengembangkan senjata-senjata itu, kecuali Rusia dan Cina datang kepada kami dan mereka semua datang kepada kami, lantas mengatakan ‘mari kita benar-benar menjadi pintar dan jangan sampai kita mengembangkan senjata-senjata itu’. Tetapi jika Rusia melakukannya dan jika Cina melakukan itu, sementara kami berpegang pada perjanjian, itu tidak bisa diterima,” ujar Trump lagi.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton Sabtu lalu terbang menuju ke Rusia, Azerbaijan, Armenia, dan Georgia. Pemberhentian pertamanya adalah Moskow untuk bertemu dengan para pejabat senior Rusia. Pada saat ini hubungan Moskow-Washington tetap dingin selama krisis Ukraina, perang di Suriah dan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan pemilihan paruh waktu mendatang di AS. Tidak ada komentar langsung dari Kremlin atau Kementerian Luar Negeri Rusia tentang pengumuman Trump. “Kami perlahan-lahan masuk kembali ke situasi perang dingin seperti di akhir Uni Soviet, dengan konsekuensi yang sangat mirip, tetapi sekarang bisa lebih buruk karena Presiden Vladimir Putin bukanlah seorang yang takut untuk berkonfrontasi,” kata Dmitry Oreshkin, seorang analis politik Rusia yang independen. “Orang-orang ini sama sekali tidak takut akan perang sebagai orang-orang zaman Brezhnev. Mereka pikir jika mereka mengancam Barat dengan benar, itu akan menjadi ketakutan bagi Barat.”

Para pejabat AS sebelumnya telah menuduh bahwa Rusia melanggar perjanjian dengan sengaja menggelar rudal jelajah berbasis darat untuk menimbulkan ancaman terhadap NATO. Rusia mengklaim bahwa pertahanan rudal AS melanggar perjanjian itu. Di masa lalu, pemerintahan Obama bekerja untuk meyakinkan Moskow untuk menghormati perjanjian INF dan membuat sedikit kemajuan. “Selama seseorang (Rusia atau China) melanggar perjanjian, kita tidak akan menjadi satu-satunya yang mematuhi perjanjian itu,” kata Trump.

Berita internasional hari ini lainnya dapat Anda simak di matamatapolitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.