Lebih Baik Bubur Bayi Instan Atau Bubur Olahan Sendiri? Simak Ulasan Berikut!

By | Sep 20, 2018

Bagi para ibu yang memiliki bayi masuk usia 6 bulan, sudah saatnya untuk memberikan makanan tambahan selain asi pada bayi untuk menopang kebutuhan nutrisinya yang semakin besar. Untuk itu, MPASI diperlukan secara bertahap sebagai makanan pendamping ASI yang juga tetap harus diberikan. Di usia 6 bulan, tekstur lembut menjadi point utama agar makanan mudah dicerna. Bubur menjadi pilihan yang banyak digunakan untuk mengajarkan bayi mencerna makanan semi padat pertamanya.

Seperti di ketahui, banyak bubur bayi yang bisa dijadikan makanan pendamping ASI untuk bayi usia 6 bulan ke atas. Bubur bayi instan buatan pabrik telah lama menjadi solusi bagi ibu-ibu yang tak memiliki waktu khusus untuk membuatkan makanan bagi bayi mereka. Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya pengetahuan akan kesehatan dimana membuat bubur bayi sendiri dari bahan organik dan sehat bisa juga dilakukan dengan mudah bahkan ada yang menjualnya, menjadikan bubur bayi instan sebagai pilihan kedua. Apalagi bubur bayi buatan pabrik tersebut sudah diproduksi dan dikemas dalam waktu yang lama sehingga mengandung bahan kimia untuk membuatnya tetap awet yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para ibu untuk kesehatan si kecil.

Bahaya MPASI instan tersebut masih ditambah dengan kekhawatiran mengenai masa kadaluarsa yang sering dipalsukan oleh distributor dan kandungan bubur bayi yang bisa saja mengakibatkan alergi pada beberapa bayi. Alasan-alasan itu membuat ibu memilih untuk membeli atau membuat sendiri bubur bayi organik yang fresh agar bayi mereka lebih sehat dan bebas dari konsumsi bahan pengawet kimia. Meski begitu tetap diperlukan cara pengolahan bubur yang benar dan dengan bahan makanan yang sehat agar bubur buatan sendiri juga memiliki kandungan nilai gizi yang sama dengan bubur instan.

Sebagai menu untuk MPASI pertamaibu bisa menggunakan bubur beras merah dengan cara memblender beras terlebih dahulu agar halus sebelum mengolahnya menjadi bubur. Sebagai sumber protein dan karbohidrat, tambahkan hati ayam dan sayuran seperti brokoli atau bayam yang bisa Anda berikan secara bergantian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.