Menilik Fakta Seputar Pemusatan Pelatihan Tahap 2 Tim Nasional Indonesia U-23

By | Apr 19, 2018

Indonesia memiliki beberapa tim nasional dan salah satunya adalah tim nasional Indonesia U-23 yang berisi oleh pemain yang maksimal usianya adalah 23 tahun. Timnas U-23 ini termasuk sebagai timnas yang paling banyak pendukungnya disebabkan karena pemain bintang yang bermain di tim nasional ini dan salah satunya adalah Evan Dimas. Untuk melatih agar para pemain bisa tampil dengan maksimal sehingga tidak mengecewakan penonton terutama yang sudah jauh-jauh datang ke stadion mengenakan jersey Timnas yang dibeli saat belanja online, adalah dengan melaksanakan pelatihan di tempat pemusatan pelatihan.

Di tempat pemusatan pelatihan atau yang dikenal juga sebagai TC, di tahun 2018 ini Luis Mila yang merupakan pelatih dari timnas U-23 sudah memanggil 26 nama pemain untuk segera berlatih. Namun, terdapat beberapa hal unik dan menarik di pelatihan tahap dua kali ini. Pertama adalah adanya 3 wajah baru di pelatihan. Di tahun 2018 ini, Luis Mila memanggil 3 pemain baru yang sama sekali belum pernah bergabung ke pemusatan latihan timnas U-23, yaitu Muhammad Ridho yang merupakan kiper dari Borneo FC, Nelson Alom dari Persebaya dan juga I Made Andhika Perdana Wijaya yang merupakan pemain dari Bali United.

Kedua adalah tidak adanya Evan Dimas. Evan Dimas seakan menjadi nyawa tersendiri untuk tim Nasional Indonesia baik di timnas Senior ataupun timnas U-23. Sayangnya, di tahun ini Evan Dimas beserta bintang Timnas Indonesia yang lain yaitu Ilham Udin sudah menandatangani kontrak dengan tim Malaysia, Selangor FC dan sedang melakoni pertandingan dengan klub tersebut walaupun sebelumnya, nama kedua pemain ini masuk ke daftar pemain yang akan diikutsertakan ke pemusatan latihan. Sebelumnya PSSI sudah memberikan surat resmi yang mengemukakan untuk memanggil Evan Dimas dan juga Ilham Udin untuk dipanggil ke pelatihan dan Selangor FC pun menyambut baik hal tersebut dan memberikan lampu hijau untuk Indonesia memanggil kedua pemain bintang ini meskipun di akhir pemanggilan pemain, kedua pemain yang kini bekerja di Malaysia sebagai pemain sepak bola profesional ini tetap tidak dipanggil.

Ketiga adalah pengisi lini tengah. Berdasarkan pada list yang sudah dirilis oleh PSSI pada hari Jumat 2 Februari 2018 menyebutkan jika Pemain Barito Putra yaitu Gavin Kwan Adsit yang akan menempati posisi ini. Gavin sebelumnya juga pernah mengisi posisi di lini belakang saat sedang melawan timnas Islandia dan hasil yang ia berikan tidak jelek sehingga membuat pemain ini diberi kesempatan kembali untuk mengisi lini bertahan ini.

Keempat adalah pemain yang bukan dari Liga 1. Terdapat satu pemain yang tidak berasal dari klub liga 1 seperti pemain pada umumnya yaitu Egy Maulana Vikri. Walaupun Egi kini termasuk sebagai pemain yang di musim mendatang akan bermain di tanah Eropa karena sudah menandatangani kontrak yang diberikan, namun, kala dipanggil oleh PSSI untuk mengikuti pelatihan tahap 2, Egy tercatat sebagai pemain dari PPLO Ragunan.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Tim Nasional Indonesia sedang mempersiapkan untuk melakoni pertandingan yang lain baik persahabatan ataupun event pertandingan besar. Pelatihan ini tidak hanya akan mempengaruhi kualitas pemain saat mengolah si bulat namun juga membantu untuk mempererat kerja sama antar pemain sehingga bisa meminimalir kesalahan seperti miss pass yang kerap dilakukan karena ketidakpamahan pemain yang satu dengan yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.