Cara Pintar Mengalokasikan Dana Pinjaman dari Applikasi Pinjaman Online Indodana

By | Apr 13, 2018

Saat ini ada banyak sekali jenis pinjaman yang dapat digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tidak mewajibkan nasabahnya mengagunkan asset berharga hingga pinjaman kilat yang banyak ditawarkan oleh Financial Technology atau yang biasa disebut dengan Fintech. Semakin banyak produk pinjaman, semakin gencar pula pihak bank maupun lembaga keuangan non bank dalam menawarkan terhadap calon nasabah nasabahnya. Sebagai masyarakat yang cerdas, tentunya Kita harus mencermati betul bagaimana cara mengalokasikan dana agar tepat sasaran.

Salah satu hal yang harus benar benar Kita cermati adalah cara mengalokasikan dana pinjaman yang berasal dari Financial Technology (Fintech). Pasalnya bunga yang dibebankan oleh Fintech  terbilang cukup besar hal ini dikarenakan pihak nasabah tidak diwajibkan memberikan agunan yang mana prinsipnya sama seperti jenis Kredit Tanpa Agunan, sehingga pihak Fintech mereduksi resiko dengan cara membebankan interest atau bunga yang cukup besar terhadap nasabah. Oleh karenanya Kita sebagai nasabah harus cerdas dalam mengalokasikan dana yang Kita miliki. Selain interest yang besar, tenor pinjaman yang dapat diambil oleh nasabah Financial Technology pun terbilang cukup pendek, sehingga beban cicilan akan terasa lebih berat jika Anda tidak memperhitungkan alokasi dana pinjaman dengan matang.

Indodana sebagai salah satu platform Financial Technology yang memberikan pinjaman kepada nasabah pun menerapkan hal yang sama seperti Financial Technology pada umumnya. Mulai dari persyaratan yang simple, pencairan dana yang cepat, hingga interest yang terbilang cukup besar. Artikel Kita kali ini akan membahas mengenai beberapa cara pintar untuk mengalokasikan dana pinjaman dari apikasi pinjaman online Indodana agar tepat sasaran. Berikut ulasan selengkapnya:

  1. Menggunakan Dana Untuk Kebutuhan Non Konsumtif

Seperti sering Kita bahas sebelumnya, salah satu cara bijak dalam menggunakan dana yang berasal dari pinjaman Fintech adalah dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan yang sifatnya non konsumtif. Kebutuhan yang sifatnya non konsumtif misalnya, Anda mengajukan pinjaman untuk keperluan tambahan modal usaha. Modal usaha ini nantinya dapat memberikan return atau keuntungan yang dapat Anda gunakan untuk membayar tagihan atau cicilan bulanan pinjaman Anda. Contoh yang lain, misal Anda mengajukan pinjaman untuk membeli peralatan elektronik seperti membeli laptop yang akan Anda gunakan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Pendapatan tersebut bisa Anda alokasikan untuk membayar tagihan juga, keuntungannya setelah Anda melunasi pinjaman, Anda bisa menggunakan laptop tersebut untuk bekerja di kemudian hari dan dapat menghasilkan pemasukan tambahan.

Lain halnya dengan kebutuhan yang konsumtif. Kebutuhan yang konsumtif cenderung digunakan untuk menghambur hamburkan uang dan tanpa menghasilkan return yang jelas. Misal, Anda mengajukan pinjaman di Fintech untuk kebutuhan liburan, sementara Anda tidak mendapatkan keuntungan yang bersifat materiil dari kegiatan liburan Anda. Lebih parahnya lagi, saat ini masyarakat di Indonesia cenderung tidak memperhitungkan pula kemampuan bayar cicilan tersebut, alhasil nama Anda dianggap memiliki kredit macet lantaran tidak mampu mengembalikan pinjaman dari Fintech. Imbasnya lagi, Anda akan dipersulit jika mengajukan pinjaman di masa mendatang.

  1. Pastikan Return Terukur dengan Jelas

Seperti telah Kita singgung di atas, salah satu hal yang patut Kita perhitungkan adalah tingkat return dari alokasi dana yang Kita dapatkan dari Fintech. Pastikan return dana tersebut terukur dengan jelas, sehingga Anda dapat mengembalikan pinjaman di setiap bulannya dalam bentuk tagihan bulanan.

  1. Selalu Bayar Tagihan Tepat Waktu

Tips selanjutnya yang bisa Anda gunakan adalah selalu bayar tagihan tepat waktu. Mengingat jenis pinjaman yang diberikan Fintech memmiliki interest yang besar, jika Anda telat membayar tagihan, maka dapat dipastikan tagihan Anda akan semakin membengkak dan tentunya akan mengganggu arus keuangan Anda. Selain itu, telat dalam membayar cicilan juga dapat menyebabkan kualitas kredit Anda dalam big data yang dimiliki oleh Fintech menjadi menurun. Hal ini akan berpengaruh saat Anda mengajukan pinjaman kembali di masa yang akan datang.

Maka tak heran sering kali nasabah yang telah melunasi pinjaman dan hendak mengajukan pinjaman kembali pihak Fintech akan menolah pengajuan Anda lantaran Anda memiliki track record kualitas kredit yang buruk. Jangan terburu buru menuduh pihak Fintech lah yang bermasalah. Yang harus Anda perhatikan adalah Anda harus mengecek transaksi apa saja yang pernah bermasalah dengan Anda, bisa jadi pihak Fintech memperoleh informasi dari pihak ketiga dan menolak pengajuan pinjaman Anda kembali. Hal ini merupakan upaya dari Fintech untuk menghindari adanya kredit macet yang bisa mempengaruhi pendapatan dari pihak Fintech.

  1. Komitmen Penuh dengan Perjanjian Hutang

Apapun bentuk pinjamannya, jika Anda tidak memiliki komitmen penuh dengan perjanjian   hutang yang Anda ambil, hal tersebut tentunya akan berimplikasi terhadap kemauan Anda dalam membayar tagihan dengan tepat waktu. Untuk menghindari adanya telat dalam pembayaran tagihan, pastikan Anda membayar tagihan minimal H-7 dari jatuh tempo. Hal ini untuk menghindari denda keterlambatan yang dibebankan apda nasabah. Denda keterlambatan pembayaran cicilan Fintech pun terbilang cukup besar, dalam hitungan hari saja denda tersebut akan semakin menggunung dan tentunya akan semakin memperberat Anda dalam membayar tagihan.

Demikian lah beberapa hal yang patut Anda perhatikan saat mengelola dana yang dipinjamkan Fintech, tak terkecuali Indodana yang merupakan salah satu Fintech yang cukup terpercaya, menawarkan berbagai kemudahan bagi calon nasabah dan tentunya bunga pinjaman yang kompetitif jika Anda bandingkan dengan Fintech yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Semoga berguna!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.