Perkembangan Virus Zika dan Bahayanya

By | Feb 26, 2016

bahaya

Indonesia saat ini sedang memasuki musim hujan. Di mana hujan turun hampir setiap harinya dan matahari seperti enggan menampakkan diri. Intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa wilayah di Indonesia terendam banjir. Banyaknya genangan air akibat hujan yang terus menerus juga membuat semakin berkembang biaknya nyamuk-nyamuk. Dan nyamuk yang paling menakutkan masyarakat adalah nyamuk Aedes Aegypti. Karena aedes aegypti merupakan inang dari berbagai virus, diantaranya adalah virus Zika dan virus dengue.

Berita kesehatan saat ini sedang heboh-hebohnya memberitakan tentang wabah penyakit demam berdarah dengue dan virus Zika. Kedua penyakit ini sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Selain itu gejala kedua penyakit ini pun hampir sama dan akibat yang ditimbulkan pun sama membahayakannya. Tapi nyamuk aedes aegypti tidak hanya membawa virus Zika dan virus dengue, tapi juga membawa penyakit kuning, penyakit chikunguya dan penyakit kaki gajah.

zika
Selain nyamuk, hubungan seksual juga dapat menularkan Zika

Namun di Indonesia sendiri wabah penyakit demam berdarahlah yang sedang merajalela saat ini. Bahkan wabah penyakit demam berdarah menjadi salah satu kejadian luar biasa. Karena jumlah penderita demam berdarah tahun ini dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sejumlah rumah sakit di daerah yang terkena wabah demam berdarah bahkan kewalahan untuk menampung pasien penderita demam berdarah. Hampir setiap harinya selalu ada pasien baru penderita demam berdarah. Pasien deman berdarah umumnya anak-anak dan remaja, namun orang dewasa dan lanjut usianya pun ada. Namun tidak sebanyak penderita deman berdarah anak-anak.

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa nyeri luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang dan mengalami penurunan kadar trombosit. Gejala demam berdarah pada umumnya baru akan terlihat tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi hingga 41oC. Masa inkunbasi merupakan jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala awal muncul. Jika anda atau keluarga ada yang mengalami flu dan demam lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Karena gejala spesifik demam berdarah adalah  demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata. Dokter biasanya akan mengambil sample darah anda untuk mengetahui ada tidaknya virus dengue di dalam tubuh anda.

Sampai saat ini belum ditemukan obat khusus untuk mengobati demam berdarah dengue. Namun gejala DBD dapat diatasi dengan meminum banyak cairan, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi parasetamol. Jika cara ini diterapkan, biasanya dalam seminggu demam berdarah dengue akan sembuh. Namun ada baiknya anda melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari virus dengue. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jika di Indonesia sedang gempar dengan wabah demam berdarah, berbeda halnya dengan Negara di belahan dunia lainnya, yaitu Brazil. Berita kesehatan di Brazil mengatakan bahwa saat ini sedang darurat virus zika, bahkan pemerintah Brazil sampai menurunkan pasukannya untuk menyisir pemukiman warga dan membuang genangan air serta mengambil sampel gentik nyamuk yang ada. Bahkan pemerintah Brazil menghimbau warganya agar menunda kehamilan dikarenakan virus ini diduga menyebabkan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita virus zika  mengalami cacat mikrosefalus.

logo-desktop-b

Menurut beberapa pakar ada banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Keduanya sama-sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat. Namun sebenarnya ada beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah, beberapa tanda khusus tersebut antara lain:

  1. Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38o Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
  2. Munculnya beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
  3. Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang juga disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
  4. Kerap muncul keluhan infeksi pada mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Walaupun virus yang pertama kali ditemukan di Uganda ini tidak mematikan seperti virus dengue, namun kita harus tetap waspada terhadap penyebaran virus zika ini. Karena penyebaran di duga tidak hanya melalui nyamuk aedes aegypti tapi juga melalui hubungan intim.

Itulah berita kesehatan yang sedang banyak dibicarakan saat ini, yaitu mengenai virus zika dan demam berdarah. Hendaknya kita selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar agar terhindar dari berbagai virus, bakteri dan penyakit. Kesehatan adalah sesuatu yang mahal yang harus selalu kita jaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.