Demam Batu Akik dan Batu Mulia

By | Jan 13, 2016

Jpeg

Masih terasa booming batu akik dan batu mulia di Nusantara, seolah seperti pandemik yang mewabah keseluruh daerah menjangkiti setiap orang dari semua kalangan mulai dari pejabat, karyawan swasta, pengusaha, tukang ojek, anak sekolah, ibu-ibu hingga presiden pun terjangkiti demam batu akik dan batu mulia. Entah awalnya seperti apa hingga demam batu akik dan batu mulia mampu dengan instant “mewabah” keseluruh Indonesia dari pulau sumatera hingga papua, nampaknya peran media mulai dari televisi, radio, surat kabar hingga media internet yang saat itu selalu mengangkat berita-berita tentang dunia Batu Akik dan batu mulia yang menjadi penyebabnya dan dapat dengan mudahnya berita-berita ini dikonsumsi oleh berbagai kalangan dari ujung sumatera hingga ujung papua, ditambah lagi berbagai macam kontes batu akik dan batu mulia yang sering diadakan di berbagai daerah yang menambah hingar bingar batu akik dan batu mulia tambah membumi.

Berbeda dengan demam hobby lainnya yang pernah muncul seperti kembang, ikan lohan dan lainnya yang pernah muncul, demam batu akik dan batu mulia dirasakan lebih ramai dan lebih lama hal ini dikarenakan harga batu akik dan batu mulia mempunyai kelas yang berbeda dan mempunyai banyak sekali jenisnya, tidak seperti kembang dan ikan lohan yang hanya bisa dinikmati kalangan atas saja dan jenisnya yang terbatas. Harga Batu Akik dan batu mulia bervariasi mulai dari Rp. 50.000,- perbiji, ratusan juta hingga miliaran rupiah (kelas kolektor) tergantung dari kualitasnya, sehingga dapat melibatkan berbagai kalangan termasuk kalangan ekonomi tingkat bawah.

Sebenarnya Batu Akik dan batu mulia bukan barang baru, kolektor batu akik dan batu mulia sebenarnya telah ada dari dahulu namun jumlahnya tidak sebanyak sekarang sejak booming diawal tahun 2015, meski saat ini jumlahnya berangsur-angsur berkurang lagi seiring turunnya popularitas batu akik dan batu mulia pasca lebaran Idul Fitri tahun 2015 kemarin. Untuk kelas Batu Mulia seperti ; Blue Safir, Ruby, Zamrud, Blue Topas dan lain-lain hingga saat ini masih banyak sekali peminatnya dan memang dari dahulu tidak pernah sepi peminat, karena jenis batu mulia masuk kedalam jenis batu Permata yang dari dahulu sudah dipakai sebagai benda berharga dan pemanis aksesoris di badan seperti dijadikan batu cincin, liontin, anting-anting, gelang dan lainnya. Untuk jenis Batu Akik yang popular saat booming hingga sekarang antara lain ; Batu Bacan Doko, Red Baron, Batu Red Borneo, Giok Indocrase, Red Fanta Raflesia, Batu Sungai Dareh dan masih banyak lainnya.

Saat booming Batu Akik dan batu mulia pertama kali diawal tahun 2015 banyak sekali pedagang musiman hingga profesi lainnya yang beralih menjadi pedagang batu akik dan batu mulia bahkan menjadi pengrajin gosok batu hingga penambang bongkahan batu akik, hampir disetiap tempat keramaian disetiap daerah dapat kita lihat pedagang hingga tukang gosok batu akik dan batu mulia dadakan, bukan hanya pedagang offline di dunia maya juga tidak terhingga jumlah pedagang online yang menjajakan dagangan batu akik dan batu mulia lewat media sosial seperti ; facebook, google plus, instagram, twitter, media forum seperti kaskus, lapak-lapak online seperti toko pedia, buka lapak hingga membuat website toko online secara mandiri seperti toko online batu akik dan batu batu mulia oleholetam dari Kalimantan.

Toko online Etam merupakan toko online yang terpercaya dengan ribuan transaksi penjualan dari berbagai daerah diseluruh Indonesia, bagi anda yang tidak ingin terlalu repot-repot dan saat ini dalam kesusahan mendapatkan beberapa jenis batu akik dan batu mulia yang ingin anda koleksi karena banyak toko atau lapak-lapak didaerah anda yang sudah tidak lagi menjual batu akik dan batu mulia, silahkan kunjungi toko online kami, anda bisa cek testimoni disini.

Anyway kesimpulan saya mengenai demam batu akik dan batu mulia adalah saat ini bukan terjadi penurunan minat masyarakat akan batu akik namun lebih tepatnya saat ini kembali kedalam keadaan normal dimana yang tersisa hanya peminat atau kolektor sejati saja yang jumlahnya sangat banyak diseluruh Indonesia bahkan dunia, akhir kata  batu akik dan batu mulia tidak ada matinya, dan selalu ada peminatnya yaitu kolektor sejati, salam Gemstone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.