7 Satrio Piningit yang Diprediksi Akan Mampu Membawa Indonesia Menuju Zaman Keemasan

Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit.

Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

http://2.bp.blogspot.com/_8nAdJnwviEA/TBzQFS4GhPI/AAAAAAAAAFI/7rz1vsACC40/s320/25579_1274530546164_1316963424_30664017_433623_n.jpg

1. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro

Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan kemudian akan menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). 

Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar

Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). 

Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. Satrio Jinumput Sumela Atur

Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). 

Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. Satrio Lelono Tapa Ngrame

Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). 

Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. Satrio Piningit Hamong Tuwuh

Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro

Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). 

Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit.

Atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. 

7. Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Tuhan (Sinisihan Wahyu). 

Dengan selalu bersandar hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

Advertisement

Galery Muslim

7 Responses to “7 Satrio Piningit yang Diprediksi Akan Mampu Membawa Indonesia Menuju Zaman Keemasan”

  1. July 27, 2011 at 3:24 pm #

    smoga aja presiden k’dpnx dapat mengaplikasikan apa yg ia janjikan ktk b’kmpanye….

  2. July 27, 2011 at 5:40 pm #

    semoga bisa terwujud Gan,…. tks postnya

  3. July 27, 2011 at 9:48 pm #

    mana yang paling bagus gan

  4. March 5, 2012 at 7:21 pm #

    Satria Piningit dan Satria Pinandhita, serta Ratu Adil, dan Imam Mahdi bukanlah 4 orang berbeda, tapi mereka satu dengan 4 nama.
    1. Satria Piningit nama yang dipakai saat ia bertapa di Yogyakarta (sampai sekarang masih dalam pertapaan). Jadi bukan sekedar pergi ke Yogya untuk kuliah.
    2. Satria Pinandhita nama aslinya, lengkapnya Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, sebagai nama Shiva dimukabumi.
    3. Ratu Adil, namanya setelah menduduki tahta di Bandung.
    4. Imam Mahdi, namanya setelah mengalahkan Imam Mahdi.

    “Julukane imam mahdi iya kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram.” Yogya.
    “Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran.” Bandung..
    “Kratonnya 2, satu di Jawa satu di Jerusalem.” Ngawi-Jerusalem.

    KRONOLOGI NAIKNYA KIAN SANTANG SEBAGAI RAJA:
    1. Prabu Siliwangi III menaikkan Kian Santang sebagai Raja.
    “Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Negara-negara akan bersatu kembali karena muncul ratu adil, ratu siapa, darimana asalnya, nanti kalian juga tahu, sekarang cari dulu pemuda gembala. Cari Kian Santang.”

    2. a. Rakyat Pajajaran membuat blog dan menyebarkan keburukan Islam di internet.
    “Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba.”
    b. Resi-Resi Pajajaran mulai mencari lahan Pajajaran Baru.
    “Datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyandang kaneron/ransel tua. Mengingatkan benar-salah sebenarnya.”

    3. a. Lia Eden dipenjara, TNI dikerahkan mengepung daerah pemuda gembala.
    “Pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.”
    b. Pemuda gembala melarikan diri.
    “Saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya.”

    4. a. Pemuda gembala terus mengejek.
    “Anak gembala menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.”
    b. Pemerintah mencari pemuda gembala.
    “Yang bertengkar lalu ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala.”

    5. a. Indonesia kehilangan dasar negara dan arti hidup untuk melanjutkan pemerintahan.
    “Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.”
    b. Kian Santang naik sebagai Ratu Adil. Setelah sebelumnya hidup sebagai pemuda gembala (menyebar keburukan Islam).
    “Pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné/Bandung. Negara-negara bersatu kembali karena muncul Ratu Adil.”

  5. March 5, 2012 at 7:21 pm #

    ASAL RATU ADIL

    “Kemudian kelak akan datang Tunjung Putih Semune Pundak Kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”
    Seorang pemuda alim yang bahunya pernah disalib yaitu Jesus lahir lagi, kali ini di bumi Mekah, orang barat mendukung.

    “Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”
    SP cucu dari orang yang termasuk wali orang Islam. Kraton SP satu di Ngawi, satulagi di Jerusalem.

    “Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar (emas) sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.”
    Matauang negara adalah shekel yang memiliki koin emas.

    Memang dari bahasa jawa dalam serat itu sendiri yang memisahkan kata “bumi mekkah” dan “mekkah”. Lahirnya pemimpin dibumi mekkah, yang kelak akan menuju Mekkah untuk ibukotanya satulagi di Jerusalem.

    Dimanakah “bumi mekkah” kelahiran pemimpin yang disebut dalam kitab musarar jayabaya itu? Jawabannya ada di serat yang lain yaitu Uga Wangsit Siliwangi:
    “Saat munculnya anak gembala, di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya.”
    Yaitu suatu daerah yang pernah ribut karena meminta hak otonomi daerah.
    Jawaban yang sama akan tempat kelahiran sang pemimpin juga terdapat dalam buku “Century” dari Nostradamus:
    “Dari tempat pertemuan tiga arus laut, lahirlah seorang pemuda yang akan berkelana jauh membebaskan bangsa besar (Israel) dari tekanan bangsa lain.”
    Indonesia memang sudah merupakan tempat bercampurnya berbagai lautan, jadi Jesus tidak lahir di Jawa atau Kalimantan, melainkan di wilayah dekat Semenanjung Malaysia yang memang pertemuan 3 arus laut.

    kali ini saya cuma menyuguhkan ramalan tentang Jesus. Sedangkan ramalan tentang Imam Mahdi dan Pemuda Bani Tamim bisa Anda baca di hadist-hadist nabi. Jumlahnya juga banyak sekali, seperti:
    “Dari timur arab (yaitu Afganistan) muncul pasukan bendera hitam dipimpim pemuda dari suku bani tamim (keturunan israel juga).”
    Imam Mahdi yang juga orang afganistan (“ia memakai jubah qutwani” – hadist) karena memakai baju tradisional suku pathan, afganistan.
    Ada juga satu bait tentang Imam Mahdi di buku “Century” Nostradamus: “Dari Arab lahir seorang kuat pembawa syariat Muhammad, yang akan menyerbu Eropa melalui Irak.”

  6. March 5, 2012 at 7:22 pm #

    CIRI-CIRI RATU ADIL.

    1. Berasal dari wilayah dekat semenanjung malaysia yang pernah ribut-ribut karena otonomi daerah, dengan alasan:
    a. “bumi mekkah denna lair” – Musarar Jayabaya.
    b. “Dari tempat pertemuan tiga arus laut, lahir seorang pemuda yang akan berkelana jauh membebaskan bangsa besar (Israel) dari tekanan bangsa lain” – Century Nostradamus.
    c. “saat munculnya anak gembala! Di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya.”

    2. “Tekane sing prau kintir.”
    Datang ke pulau Jawa dengan kapal laut.

    3. “Datangnya memakai baju serba hitam sambil menyandang ransel tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa.”
    Dimasa pemerintahan Suharto selalu memakai baju hitam dan menyandang ransel tua, sementara rekannya selalu berbaju putih.
    Tapi saat berubah menjadi makhluk super, keduanya berbaju merah.

    4. “Pemuda berjanggut ditangkap dan dimasukkan kepenjara.”
    Rekan Satria Pinandhita ditangkap dan dimasukkan ke penjara dimasa Suharto.

    5. “Kedatone sonya ruri, tegese sepi tanpa sarana apa-apa ora ana kara-kara.”
    Pernah mengalami kekurangan semasa di Yogyakarta.

    6. “Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau atau domba tapi kalakay (internet untuk menulis) dan tutunggul (materi internet yang dikumpulkan).”
    Sering browsing dan apa yang diklipingnya itu ditulis di internet.

    7. “Duk masih kineker dening Pangeran kesampar kesandung akeh wong ketambuhan.”
    Saat dalam pertapaan punya berbagai masalah sehingga tak dianggap orang sebagai Ratu Adil.

    8. “Karsaning Suksma kinarya buwana balik.”
    Kehendak Yang Maha Gaib semuanya dibalikkan. Lemah jadi kuat, biasa jadi sakti, yang orang tak mengira.

    9. “Adege tanpa sarat sedawir, ngadam makdum Panjenengan Nata.”
    Menjadi pemimpin tanpa melalui pemilu, karena kesaktiannyalah ia naik tanpa bisa dilawan.

    10. “Jumeneng Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut “Sultan Herucakra”.
    Bergelar satria rishi, adil dan apa adanya, disebut orang sebagai Raja Dunia.

    11. “Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.”
    Berlantai 2. Dinding rumah tertutupi berbagai tanaman.

    12. Nabi Isa itu sendiri, bukan bekerjasama dengan roh Nabi Isa. Alasannya:
    a. “Putra Dewa Indra (Yahweh) yang paling sulung” – Jayabaya pangeran wijil.
    b. “Hiya iku Kanjeng Nabi Isa roh Allah.” – Jayabaya catur sabda.
    (Penulis sendiri tak mempercayai keberadaan roh, tapi menggunakan kata “kesadaran” sebagai pengganti roh).

  7. March 5, 2012 at 7:22 pm #

    ISTANA RATU ADIL.

    Istana pertama:
    “Kedatone ing grijiwati, tengah-tengahing bumi mataram. Julukane Imam Mahdi.” – Jayabaya petikan tangan.
    Istana ini didiami Ratu Adil sewaktu baru tiba di Jawa. Yaitu Yogyakarta.

    Istana kedua:
    “Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran.” – Musarar Jayabaya.
    Gunung Perahu tampak jelas menunjuk pada Gunung Tangkuban Parahu dan itu di Bandung. Adapun Tempuran adalah tempat pertemuan dua sungai. Ringin Telu dalam bahasa Sunda adalah Caringin Tilu, ‘Beringin Tiga’. Ketiga pohon itu terletak di salah satu gunung yang mengitari Bandung.
    Banyak orang ke tempat itu bersama-sama karena menyenangkan untuk hiking. Di atas puncaknya, di tempat pohon beringin tiga itu tumbuh berkumpul, bertemu dengan rombongan lain dari berbagai tempat yang mencari udara segar di sana, sebagian malah ada yang membawa gitar dan radio. Tempat itu dulu memang menyenangkan dan menjadi ajang bertemunya anak-anak muda yang gemar berolah raga, jalan-jalan, dan rekreasi. Istana didekat tempat ini didiami Ratu Adil sewaktu menyebar Agama Buddhi pertamakalinya, yaitu di Bandung.

    Istana terakhir (Istana kembar Ngawi-Jerusalem):
    a. “Kratonnya 2, satu di Jawa satu di Jerusalem.”- Musarar Jayabaya.
    b.”Dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan wetane bengawan banyu” – Jangka Jayabaya.
    c. “Tak ada lagi penjahat, semua takut pada ratu adil yang bertahta di hutan ketonggo.” – Musarar Jayabaya.
    Istana ini didiami Ratu Adil setelah rakyatnya membabat Hutan Ketonggo, sejak itu Ratu Adil dan istri-istrinya pun pindah dari Bandung ke Kota Karakorum, nama baru untuk kota bekas hutan itu.
    Perpolitikan dibarat dan terjepitnya bangsa Israel di Jerusalem, membuat ia menyerbu Jerusalem yang saat itu dikuasai Imam Mahdi. Ia pun sejak itu mulai bergelar Sultan Herucakra (Raja Dunia).
    Kata sahabat RA, “Al-Hasyimi akan menyerahkan kekhalifahan (selepas kematian Imam Mahdi) kepada Isa bin Maryam AS.”
    Pelantikan Nabi Isa AS sebagai pemerintah seluruh umat manusia di seluruh dunia ini dilakukan sejurus selepas Imam Mahdi yang amat disayangi, dikasihi dan dicintai oleh seluruh manusia itu mangkat di atas katil dan sejurus sebelum proses pemakaman dijalankan. Maknanya semasa jenazah Imam Mahdi disembahyangkan oleh seluruh umat Islam, Nabi Isa AS sudah pun dilantik menggantikan tempatnya sebagai Imam bagi sekalian manusia.
    Selepas pelantikan itu dibuat oleh Al-Hasyimi, seluruh manusia akan membaiat Nabi Isa AS dan sejurus selepas pembaiatan itu berjalan, Nabi Isa AS memimpin seluruh manusia menunaikan sembahyang jenazah kepada Imam Mahdi. Dengan pelantikan ini, umat manusia mendapat pemimpin baru mereka iaitu Nabi Isa AS sendiri. Nabi Isa AS turut menggunakan gelaran Imam Mahdi terhadap dirinya, iaitu gelaran yang sama yang pernah digunakan oleh Imam Muhammad bin Abdullah Al-Mahdi.

Leave a Comment


three × 7 =

%d bloggers like this: